Meta Hapus Serangkaian Akun Palsu di Facebook dan Instagram

Meta

TUDEPOIN.COM – Dalam laporan terbaru perusahaan induk Facebook yaitu Meta , mengatakan telah menghapus serangkaian akun palsu dari kelompok peretas Rusia.

Sebuah laporan Meta baru-baru ini pada tanggal 4 Agustus mengatakan bahwa Troll Farm (sebuah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang dengan sengaja membuat posting online menyinggung atau menghasut untuk menyebabkan konflik atau memanipulasi opini publik) sudah membuat banyak akun di Facebook dan Instagram.

Saat ini, Meta telah menghapus 1.037 akun Instagram dan 45 akun Facebook pada grup jaringan tersebut. Meta percaya bahwa akun palsu tersebut terkait dengan grup “Cyber ​​​​Front Z” grup terkenal Rusia yang memengaruhi pemilihan presiden AS 2016.

Baca Juga:  Samsung Mengumumkan Acara Peluncuran Seri Galaxy S22 Pada 9 Februari

Sebelumnya, anggota parlemen dan kelompok advokasi mengkritik Meta karena tidak bertindak cukup cepat untuk memerangi disinformasi politik.

Namun, tindakan Meta baru-baru ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berupaya memerangi ancaman keamanan siber di platformnya. Meta juga membagikan cara menangani peretas dan ancaman lainnya dalam laporan triwulanan setebal 36 halaman.

Ben Nimmo pemimpin tim intelijen ancaman global Meta mengatakan bahwa deteksi dan penghapusan akun yang terkait dengan Troll Farm dilakukan lebih cepat daripada sebelumnya, mengurangi jumlah akun yang dipalsukan dalam hitungan minggu, bukan tahun. Menurut laporan, perusahaan mulai mengambil tindakan terhadap akun palsu pada bulan Maret.

Baca Juga:  Cara Membagikan Postingan IG Ke Story

Troll farm menggunakan aplikasi perpesanan Telegram untuk mengoordinasikan upayanya dan menargetkan platform lain termasuk TikTok, Twitter, YouTube, dan LinkedIn.

“Kami tidak menemukan bukti bahwa Troll Farm berhasil mempromosikan informasi yang salah, tetapi kami akan melanjutkan upaya kami untuk mencegahnya,” tambah Ben Nimmo.

Sebelumnya, Meta juga menindak dua kelompok hacker asal Asia Selatan. Salah satunya adalah Bitter APT yang ditargetkan untuk pengguna di Selandia Baru, India, Pakistan, dan Inggris.