Kelas BPJS Kesehatan Tak Akan Ada Lagi, Apakah Benar?

Kelas BPJS

TUDEPOIN.COM – Saat ini, rawat inap ruang perawatan BPJS Kesehatan terbagi dalam kelas 1, 2, dan 3.

Namun, kelas pelayanan rawat inap ini dikabarkan akan dilebur menjadi kelas rawat inap standar (KRIS).

Artinya, seluruh peserta BPJS Kesehatan nantinya akan menempati ruang perawatan dengan standar yang sama, yakni KRIS.

Peleburan ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Apakah iuran peserta mengalami perubahan?

Ternyata berdasarkan pernyataan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Asih Eka Putri, dengan adanya peleburan ini, iuran nantinya ditentukan dari besar pendapatan peserta.

“Iuran sedang dihitung dengan memperhatikan keadilan dan prinsip asuransi sosial. Salah satu prinsipnya adalah sesuai dengan besar penghasilan,” kata Asih, dikutip dari Kompas.com, (9/6/2022).

Baca Juga:  Erick Thohir Akan Menggabungkan PFN ke Telkom

Beredar kabar penerapan akan dimulai Juli 2022 mendatang, benarkah?

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) masih belum bisa memastikan waktu penerapan kelas tunggal atau KRIS. Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Asih Eka Putri mengatakan, kriteria KRIS masih dalam proses finalisasi.

“Kriteria rawat inap standar sedang difinalkan, masih dalam pematangan,” ujarnya, kepada Kompas.com, (11/6/2022).

Asih menyebut, penerapan kelas tunggal BPJS Kesehatan masih menunggu diselesaikannya revisi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hal yang sama diutarakan anggota DJSN Muttaqien. Ia mengatakan selama Perpres 82/2018 belum direvisi, maka ketentuan yang ada selama ini masih berlaku.

Baca Juga:  AS Tuding Aplikasi PeduliLindungi Memiliki Indikasi Melanggar HAM

“Selama belum ada revisi Perpres 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan masih berlaku sebagaimana ketentuan yang ada selama ini,” katanya, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/6/2022).

DJSN pun tidak menjelaskan bagaimana progress revisi Perpres tersebut hingga saat ini, sehingga belum pasti kapan layanan tunggal BPJS Kesehatan akan diterapkan.

Saat ini, masyarakat peserta BPJS Kesehatan masih membayar dan menerima manfaat ruang perawatan sesuai dengan kelas kepesertaan yang mereka miliki.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyebut, program KRIS akan diujicoba pada tahun 2022. Dan saat ini proses standarisasi kelas masih dalam perumusan konsep alias belum matang digodok.

Baca Juga:  Tegas! Erick Thohir Pastikan Tak Ada 'Anak Titipan' di Rekrutmen Bersama BUMN

“Apakah cukup dengan 12 kriteria fisik atau lebih ke arah esensial seperti akses dokter dan obat. Maka, DPR Komisi IX mendesak untuk adanya penyamaan definisi dan kriteria serta roadmap penahapan yang lebih rinci,” kata dia, dikutip dari Kompas.com, (10/6/2022).