Erick Thohir Akan Menggabungkan PFN ke Telkom

BUMN

TUDEPOIN.COM – Kementerian BUMN berencana menggabungkan Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) ke PT Telkom Indonesia Tbk untuk memperkuat ekosistem perfilman.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) ke PT Telkom Indonesia Tbk. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem perfilman di dalam negeri.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, Perum PFN mengalami kesulitan keuangan dan sumber daya lainnya bila menjalankan tugas memperkuat ekosistem perfilman secara mandiri.

“Ada rencana juga Telkom mengambil alih PFN. Kami melihat melihat ekosistem perfilman PFN kalau berdiri sendiri, sulit. Kami akan gabungkan PFN ke dalam ekosistem di Telkom untuk produksi film,” ujar Tiko, sapaan akrabnya, saat Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga:  Jadwal Pencairan THR PNS dan Gaji ke-13 Tahun 2022

Tiko menambahkan, rencana pengambilalihan PFN tengah dalam kajian. Menurutnya, hal ini merupakan upaya Kementerian BUMN dalam menjaga keberlangsungan perusahaan. Dengan bergabung ke dalam Telkom, hal ini akan memperkuat ekosistem perfilman nasional ke depan.

“Kami melihat melihat ekosistem perfilman PFN kalau berdiri sendiri, sulit. Kami akan gabungkan PFN ke dalam ekosistem di Telkom untuk produksi film yang nantinya ditayangkan di platform Telkom melalui Maxstreem dan Indihome,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir sepakat untuk mengubah PFN menjadi lembaga pembiayaan film bagi sineas serta industri film nasional.

Baca Juga:  Cara Daftar FHCI BUMN 2022, Lowongan Kerja di BUMN

“PFN seperti yang sudah saya konsultasikan dengan bapak Menparekraf Sandiaga Uno sejak awal, PFN tidak boleh lagi sebagai pembuat film. Biarkan saja anak-anak muda Indonesia yang membuat film,” ucap Erick Thohir.

Dalam kajiannya, PFN selaku industri film pelat merah memiliki tugas untuk memproduksi film hinggga medistribusikan ke masyarakat. Erick menilai, langkah itu seharusnya dilakukan oleh industri film swasta.