Daerah  

Disdagin Kota Bandung: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Distribusi Panjang

Disdagin Kota Bandung: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Distribusi Panjang
Disdagin Kota Bandung: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Distribusi Panjang

TUDEPOIN.COM – Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kementrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menjelaskan penyebab harga minyak goreng naik.

Pihaknya melaporkan bahwa salah satu faktor harga minyak masih tinggi di Kota Bandung karena rantai distribusi yang panjang.

Mengingat kini harga minyak goreng masih cukup tinggi sekitar Rp17. 000 sampai 18.000 per liter minyak goreng curah.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14. 500 per liter, dan kebanyakan yang menjual di atas HET didapatkan bukan dari distributor atau subdistributor melainkan aplikasi simirah.

Baca Juga:  Wakapolres OKU Selatan Mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 Secara Virtual

Simirah adalah aplikasi yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian bagi para produsen, distributor (D1), subdistributor (D2) dan pengecer minyak goreng curah.

Pada aplikasi ini, bisa terlihat berapa harga jual dari produsen ke D1, D1 ke D2, hingga masuk ke pengecer.

“Hal yang terjadi di lapangan itu tidak semua pengecer beli dari D2, mungkin ada kendala tersendiri. Jadi, si pengecer ini yang harusnya jual Rp15.500 per kilogram, tapi karena beli ke sesama pengecer, jadi lebih mahal sebab mereka juga harus dapat untung,” ucap meiwan.

Baca Juga:  Survey IPO: Kepuasan Publik ke Jokowi Anjlok Imbas Minyak Goreng

Disdagin Kota Bandung akan terus berkoordinasi dengan para distributor mengingat harga minyak goreng yang meningkat.

Selain itu, Disdagin juga berkolaborasi dengan Polres, Satgas Pangan, dan Kodim untuk melakukan monitoring agar rantai distribusi terus berjalan lancar sesuai mekanismenya.