Bert Trautmann : Mantan Tentara Jerman Yang Menjadi Pahlawan Sepak Bola Inggris Di Manchester City

Sulit dibayangkan ketika seorang pemain non-Inggris dapat penghargaan pada ajang bergengsi sepak bola inggris berikut ini pembahasan perjalanan Bert Trautmann pada tahun 1949 mantan tentara jerman yang menjadi pahlawan sepak bola inggris di manchester city.

Dengan luka yang masih tertanam bekas Perang Dunia II, penandatanganan seorang mantan tawanan perang Jerman yang di berikan Manchester City cukup menjadi kontroversi. Trautmann muncul kemudian lahir kembali menjadi salah satu pemain City yang paling dicintai dan legendaris, Gambaran Film The Keeper meliputi kisah seorang trautmann yang luar biasa.

Bernd Trautmann, seperti banyak pemuda Jerman pada tahun 1930-an, yang menjadi bagian dari Jungvolk, lengan Pemuda Hitler, di mana anak laki-laki antara usia 8-14 bermain olahraga dan pergi berkemah dan hiking, telah di doktrin oleh partai Nazi mengenai ideologi mereka. Ketika Trautmann cukup dewasa, ia bergabung dengan Luftwaffe, dan naik pangkat menjadi sersan sebagai penerjun payung, sebagian besar telah bertempur di Front Timur.

Selama perang ia memenangkan lima medali termasuk Salib Besi. Dia ditangkap tiga kali, melarikan diri dari Soviet dan Prancis, sebelum ditangkap oleh pasukan Inggris di tahap akhir perang. Setelah diambil sebagai tawanan perang yang diklasifikasikan sebagai ‘kategori B Nazi’, dia dipindahkan beberapa kali sebelum dia ditahan di sebuah kamp di pinggiran Manchester, di Lancashire.

Di kamp inilah dia dan tawanan perang lainnya bermain sepak bola di sela-sela pekerjaan. Trautmann memiliki bakat dalam menjaga gawang, bersamaan saat kamp tersebut akan ditutup, dia tetap bertahan Inggris dan bekerja di pertanian terdekat.

Pada tahun 1948 Trautmann direkrut untuk bermain sebagai penjaga gawang untuk St Helens Town.

Hidup Baru Bert Trautmann Di Inggris

Tidak semua orang senang dengan kedatangannya dia di klub, tetapi kemampuan menjaga gawangnya tidak dapat disangkal yang menjadikan ia menjadi daya tarik banyak pendukung yang berbondong-bondong untuk menonton mantan pesepakbola POW itu.

Pada tahun 1949 Manchester City menunjukkan minat dan mengontraknya.

Klub senang dengan rekrutan baru mereka, tetapi ketika media mengetahui latar belakangnya, dengan bekas luka perang yang begitu tertanam bagi warga inggris, penggemar sepak bola Manchester City dan Inggris segera angkat tangan. Klub menghadapi demo besar-besaran dengan ancaman boikot, komunitas Yahudi setempat marah, dan dalam beberapa pertandingan pertamanya, Trautmann terus-menerus dianiaya di tribun.

Dengan proses yang telah dilalui bersama tim nya para penggemar perlahan membuka mata dan memeluknya.

Pada laga yang pernah di debuti trautmann ia pernah menahan rasa sakitnya, mencengkram lehernya di setiap sentakan, dan melanjutkan permainan selama 15 menit lagi yang membuat penggemarnya kagum.

Trautmann melakukan beberapa penyelamatan penting untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi City, dan membantu memenangkan Piala FA untuk klub.

Belakangan, diketahui bahwa dia benar-benar bermain dengan leher yang patah, dan lehernya harus digips dan absen dalam beberapa bulan setelah pertandingan.

Sembaru menambah rasa sakit fisiknya, sebuah tragedi mengerikan menimpa keluarga Trautmann. Ketika dia berada di rumah sakit dalam masa pemulihan, putra sulungnya, John, tewas pada usia lima tahun dalam sebuah kecelakaan mobil.

Jasa Bert Trautmann

Bulan ini menandai enam tahun sejak kematiannya di usia 89 tahun.

Trautmann tidak pernah mewakili negara kelahirannya karena alasan kelayakan bermain di Inggris, tetapi dia adalah tokoh kunci dalam menjembatani kesenjangan antara orang Jerman dan Inggris setelah Perang Dunia Kedua, dengan penghargaannya sebagai salah satu ‘penjaga internasional terbaik dalam sejarah.

Sebagai hasil dari karir 508 permainannya yang terkenal selama 15 tahun bersama Manchester City, dia adalah penjaga gawang pertama yang dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Asosiasi Penulis Sepak Bola tahun (1956), dia berada di Hall of Fame Sepak Bola Inggris dan Jerman dan dia anugerahi Order of the British Empire (2004).

Bert Trautmann Ketika Bertemu Ratu (Getty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.